DALAM SEMAK AMUK
Dalam semak dalam longkangYang dibungkus yang telanjangAda yang masih hidupAda juga yang tidak lagiHai bernyawa
Tepi surau tepi sekolahTak dihirau tak diendahAda... bayi masih merahDitinggalkan manusiaTak bermaruah
Dimana jiwamu DAN di manaRasa belas ikhsan rasa kecintaanDemi menutup malu dan terhinaSi kecil rela ENGkau persiakan
Kaulah syaitan bertopeng insanTahu makan tak tahu simpanSedangkan yang bernama haiwanTidak membuang anak yang di lahirkan
Tepi surau tepi sekolahTak dihirau tak diendahAda bayi masih merahDitinggalkan manusiaTak bermaruah
Demi nama kedudukanTakut mAAAalu tidak takut dosaGembiralah masa mudamuSambil menabung dosa sampai tua
Hey....8X
SOLO 3M
Demi nama kedudukanTakut mAAAalu tidak takut dosaGembiralah masa mudaAAAmuSambil menabung dosa sampai tua
Hey....4X
Tangisan si kecil ituUUUHHMenagih simpati ibu dan ayahDan eNgkau pun berlaluSeolah-olah tiada bersalah ( 2X )
Sepi di kamar ini
hanya lilin menerangi
beginikah Seksanya
Hidup dalam penantian?
Ditabir tirai malam
Ada insan
Hidup dalam penantian?
Ditabir tirai malam
Ada insan
kesepian...sendirian....
Setiap detik-detik ku lalui
Jiwaku gelisah membisu
Tetap setia menantimu
Bayanganmu entah di mana
Mengapa harus kita ditemukan
Kalau akhirnya meresahkan
Apakah aku satu persinggahan
Mengubat rindu... oh...
Kau dahagakan...
Ku kehausan...
Setitik rasa
Pada bayangan yang tak pasti... oh...
Kau nyalakan perasaan
Mengukir kemesraan
Mungkinkah ada sinar
Bersama impianku
Dan..telah ku duga
Suasana
Setiap detik-detik ku lalui
Jiwaku gelisah membisu
Tetap setia menantimu
Bayanganmu entah di mana
Mengapa harus kita ditemukan
Kalau akhirnya meresahkan
Apakah aku satu persinggahan
Mengubat rindu... oh...
Kau dahagakan...
Ku kehausan...
Setitik rasa
Pada bayangan yang tak pasti... oh...
Kau nyalakan perasaan
Mengukir kemesraan
Mungkinkah ada sinar
Bersama impianku
Dan..telah ku duga
Suasana
keindahan seketika
Aku tetap menanti mu
Aku tetap menanti mu
solo hj zulkiff
Setiap detik-detik ku lalui
Jiwaku gelisah membisu
Tetap setia menantimu
Bayanganmu entah di mana
Mengapa harus kita ditemukan
Kalau akhirnya meresahkan
Apakah aku satu persinggahan
Bayanganmu entah di mana
Jiwaku gelisah membisu
Tetap setia menantimu
Bayanganmu entah di mana
Mengapa harus kita ditemukan
Kalau akhirnya meresahkan
Apakah aku satu persinggahan
Bayanganmu entah di mana
Mengapa harus kita ditemukan
Kalau akhirnya meresahkan
Apakah aku satu persinggahan
pengubat rindu
Kau dahagakan...
Ku kehausan...
Setitik rasa... oh...
Aku tenggelam...
Kehampaan...
Sendirian...
Kau dahagakan...
Ku kehausan...
Setitik rasa... oh...
Aku tenggelam...
Kehampaan...
Sendirian...
Setiap detik-detik ku lalui
Jiwaku gelisah membisu
Tetap setia menantimu
Bayanganmu entah di mana
Mengapa harus kita ditemukan
Kalau akhirnya meresahkan
Apakah aku satu persinggahan
Mengubat rindu... oh...
Mana sinaran ?...
Terangilah
Jiwaku gelisah membisu
Tetap setia menantimu
Bayanganmu entah di mana
Mengapa harus kita ditemukan
Kalau akhirnya meresahkan
Apakah aku satu persinggahan
Mengubat rindu... oh...
Mana sinaran ?...
Terangilah
hidupku...
Tak sanggup lagi... aku... sepi...
Tak sanggup lagi... aku... sepi...